Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tidak hanya membawa manfaat, tetapi juga dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk membuat deepfake. Teknologi ini mampu menghasilkan foto, video, maupun rekaman suara yang menyerupai seseorang sehingga sulit dibedakan dengan yang asli. Dalam beberapa kasus, deepfake digunakan untuk menyamar sebagai pejabat, pimpinan perusahaan, maupun anggota keluarga guna meminta transfer uang atau memperoleh informasi penting.
Pengguna internet perlu meningkatkan kewaspadaan apabila menerima panggilan video, rekaman suara, maupun pesan yang berisi permintaan mendesak terkait uang atau data pribadi. Sebelum mengambil tindakan, lakukan verifikasi melalui saluran komunikasi lain yang terpercaya. Sikap hati-hati menjadi langkah sederhana namun efektif untuk mencegah menjadi korban penyalahgunaan teknologi AI.
Cara Mengenali Deepfake
Beberapa ciri yang dapat diperhatikan antara lain:
- Gerakan bibir dan suara tampak kurang sinkron.
- Ekspresi wajah terlihat tidak alami.
- Permintaan dilakukan secara mendadak dan mendesak.
- Mengarahkan korban untuk segera mentransfer uang atau memberikan kode OTP.
- Sulit dihubungi melalui nomor atau media komunikasi yang biasa digunakan.
Langkah Pencegahan
- Selalu lakukan verifikasi identitas sebelum mengambil keputusan.
- Jangan mudah percaya pada video atau suara yang beredar di media sosial.
- Hindari membagikan data pribadi secara berlebihan di internet.
- Tingkatkan literasi digital agar lebih memahami modus penipuan berbasis AI.